• (0231) 484354

  • |
  • Email:

    isif@isif.ac.id

  • |
  • Sign in
  • Memayu Budaya “Rob Tan Nana Surut”

    2015-10-15 14:24:45

    ISIF.ac.id, Cirebon - Memayu adalah sebuah upacara adat yang dilangsungkan setiap tahun oleh kaum adat di Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Inti Upacara ini berupa perbaikan sirap (atap, red) dari bangunan situs yang disakralkan.

    Hal tersebut telah dilakukan dari generasi ke generasi secara simultan tanpa jeda. Kelestarian warisan kebudayaan, baik yang berupa benda maupun nirbenda bisa diwujudkan di Desa Trusmi dengan melibatkan segenap unsur masyarakatnya. Semangat warganya bagaikan gelombang pasang yang tiada pernah surut untuk terus melestarikannya.

    Atas dasar itu pula, Lembaga Kebudayaan Mahasiswa Rumba Grage ISIF Cirebon tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan budaya, berupa pagelaran seni dengan Memayu Budaya "rob tan nana surut", bertempat di Gedung Negara Cirebon pada tanggal 28 hingga 30 Juni kemarin. "Agenda ini kami buat dengan semangat tinggi demi menjaga kelestarian budaya, sesuai makna kata memayu yang artinya membuat ayu (cantik, red), selalu bijak, dan senantiasa lestari,” ungkap Williyanto selaku Ketua LKM Rumba Grage.

    Acara yang dibuka oleh rektor ISIF, Prof. DR H.Chozin Nasuha MA, ini pun memuat berbagai susunan kegiatan, dimana kegiatan utama adalah beberapa perlombaan yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa se- wilayah III Cirebon. “Hal ini dimaksudkan untuk menarik kembali minat generasi muda pada budaya lokal Cirebon, sehingga tetap lestari walaupun berada pada zaman globalisasi,” tutur Sukanda selaku ketua panitia.

    Lomba yang diadakan terdiri dari 5 macam, yaitu: Musik Kreatif, Sholawat/Hadroh, Cipta dan Baca Puisi, Tari Topeng, dan yang terakhir Fotografi Pariwisata. Selain lomba, panitia mengadakan Pameran Batik, Lukisan Kaca, Lukisan Kanvas, Kerajinan, Bazaar Buku dan Wisata Jajanan Khas Cirebon.

    Pada hari kedua, Sabtu (29/06/2013) Workshop Larasan Ageng, dengan Narasumber Handoyo M.Y., berlangsung di ruang pertemuan Gedung Negara Cirebon. Handoyo menjelaskan tentang Larasan Ageng yang terdapat dalam seni Karawitan Cirebon, Sunda dan Jawa, dan mempraktekan irama gending klasik. Di luar forum pun terdapat pameran dan Klinik Gitar Pelog 7 nada, yang nadanya merujuk pada nada-nada gending karawitan Cirebon.

    Pada hari terakhir, Minggu (30/06/2 13) juga dilaksanakan Seminar Budaya “Perkembangan dan Pewarisan Budaya” dengan Narasumber Agus Sunyoto (Budayawan), Rafan S. Hasyim (Sejarawan dan Filolog Cirebon). Rangakaian kegiatan Memayu Budaya ini diakhiri dengan malam pembagian hadiah. Setelah pengumuman para pemenang lomba, upacara penutupan seluruh kegiatan Memayu-pun digelar. Memayu &nbsp Budaya secara resmi ditutup oleh Deputi Rektor (Purek, ed) bidang Riset dan Akademik ISIF, KH. Marzuki Wahid, MA. [Diaz]

  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 19 kali

  • Pendaftaran