• (0231) 484354

  • |
  • Email:

    isif@isif.ac.id

  • |
  • Sign in
  • Konsep Revolusi Mental Harus Dilakukan

    2017-03-15 15:48:38

    Cirebon memiliki potensi yang teramat besar dan pernah mencatatkan diri sebagai daerah utama dalam penyebaran agama Islam di pesisir utara Jawa Barat.

    Oleh karenanya, potensi tersebut diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakatnya. Mengingat, dari letak stratagis Cirebon yang menghubungkan Ibu Kota Jakarta ke daerah lainnya di Pulau Jawa, membuatnya dikenal luas dan disinggahi banyak orang. Pembangunan infrastruktur pun digelar besar-besaran. Pertama yakni dengan adanya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Bandara Kertajati dan Pelabuhan Internasional.

    Pemprov Jawa Barat bahkan menetapkan Cirebon dan sekitarnya sebagai daerah Metropolitan Cirebon Raya. Sehingga, pembangunan infrastruktur semacam itu sangat penting untuk memastikan masyarakat Cirebon bisa turut menikmati akses yang mudah untuk memeroleh keadaan yang lebih baik atau sejahtera.

    Jika ditelisik lebih dalam, pembangunan pada dasarnya adalah upaya untuk mencapai kesejahteraan atau kondisi yang ideal. Untuk itu, sejumlah pihak yang tergugah di antaranya Fahmina Institute, Yayasan Keratuan Singhapura, Forum 99, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), Paguyuban Anak Bangsa Indonesia, serta seniman dan budayawan, membahasnya dalam kegiatan seminar.

    Hal itu semata-mata dalam upaya “Wong Cerbon” melestarikan dan peduli kepada daerahnya. Adapun, tema yang akan diangkat yakni “Menggugah Nalar Wong Cerbon, Menatap Masa Depan” yang merupakan satu upaya untuk menggugah nalar “wong Cerbon” dengan mengetengahkan wacana revolusi mental.

    “Cirebon yang besar dan dielu-elukan masyarakatnya itu tak akan menjadi apa-apa di masa sekarang dan masa depan. Hal itu jika para aktor pembangunannya tak mempunyai nilai-nilai yang menunjang perubahan dalam konsep revolusi mental, ” kata ketua pelaksana kegiatan, Marzuki Wahid usai kegiatan di Kantor BKPPP (Bakorwil) Wil III Cirebon, Krucuk, Kota Cirebon, Senin (19/12/2016).

    Marzuki mengatakan, dalam seminar tersebut, narasumber yang hadir yakni KH. Husein Muhammad memaparkan tentang Agama dan Revolusi: Perspektif Peradaban Kota Wali, kemudian Ir. H Iman Taufiq membawakan tema “Membangun Cirebon Berintegritas”. Pemateri ketiga yakni Ir. H Sunoto dengan membawakan tema “Membangun Cirebon Berintegritas”. Keempat yakni Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo yang membawakan tema “Demokrasi Tegak Lurus”.

    “Mereka merupakan para pejabat publik, pengurus partai, aktivis, pengurus organisasi, tokoh masyarakat, akademisi dan para mahasiswa di Kota dan Kabupaten Cirebon,” paparnya.

    Berpikir progresif

    Salah seorang pemateri, yakni Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo menuturkan, pembangunan dengan mengandalkan perubahan yang signifikan dari kondisi sekarang menuju kondisi yang diharapkan. Namun, perubahan kondisi tersebut tidak akan terwujud jika tidak diawali dengan perubahan mental bangsa kita. Maka yang pertama-tama dilakukan seharusnya adalah melakukan sebuah revolusi mental untuk perubahan yang lebih baik.

    “Revolusi mental sendiri menempatkan manusia sebagai subjek dan sumber utama pembangunan. Revolusi mental berarti membebaskan manusia dari dominasi teknologi dan pasar. Mengeluarkan manusia dari hegemoni manusia lainnya yang akan menjadikan kehidupannya penuh kebebasan dan penghormatan,” terangnya.

    Maka, kata Yoyok, dalam konsep revolusi mental, fokus utama pembangunan bukanlah pada peningkatan ekonomi, rekayasa sosial atau pemanfaatan teknologi, melainkan pada manusianya itu sendiri. Manusia, kata Yoyok, yakni sebagai aktor perubahan lebih dulu harus mempunyai nilai-nilai yang menunjang perubahan itu sendiri seperti jujur, transparan, mau mendengarkan, bertanggung jawab dan menghargai perbedaan masyarakatnya.

    Menurutnya, tanpa adanya perubahan moral atau mental seperti itu pada setiap aktor perubahan, maka pembangunan hanya akan menghasilkan gedung megah yang tak mempunyai manfaat apa-apa untuk masyarakatnya.

    “Tinggal pemimpin yang berpikir progresif dan didukung oleh masyarakat cukup maju, bisa membawa Cirebon lebih baik. Karena,
    Cirebon merupakan kota tua dengan potensi lengkap. Mulai perdagangan dengan didukung lalulintas darat dan laut yang lokasinya dititik strategis. Untuk itu saya yakin Cirebon selangkah lagi bisa lebih baik, bahkan melebihi Kabupaten Batang, dan saya yakin itu,” paparnya.(C-13)

    sumber : http://www.kabar-cirebon.com/read/2016/12/konsep-revolusi-mental-harus-dilakukan/

  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 19 kali

  • Pendaftaran