• (0231) 484354

  • |
  • Email:

    isif@isif.ac.id

  • |
  • Sign in
  • ISIF (Institut Studi Islam Fahmina) adalah kampus yang unik. Nyaris tidak ada kembarannya. Sejak pendiriannya, ISIF mengkonstruksi diri dengen riset dan transformasi sosial sebagai basis pembelajaran, serta menjadikan kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan kearifan lokal sebagai perspektif yang digunakan untuk mengembangkan studi Islam (Islamic studies, dirâsât Islâmiyyah) dalam peradaban umat manusia hari ini. Oleh karena itu, pada saat lembaga pendidikan tinggi Islam lain masih gamang dan berselisih-pendapat untuk memasukkan mata kuliah studi HAM, studi demokrasi, studi gender, studi pluralisme, dan studi kebudayaan lokal, ISIF dengan lenggang-kangkung menjadikan mata kuliah tersebut sebagai mata kuliah di tingkat institut yang wajib diambil mahasiswa. Yang menarik, tulisan-tulisan mahasiswa dan dosennya telah mendominasi lembar opini di media massa lokal.

     

    Sejumlah tokoh nasional dan internasional telah memberikan kuliah umum (public lecture) kepada mahasiswa ISIF. Sebut saja, misalnya Prof. Dr. Martin van Bruinessen (Utrecht University, the Netherlands), Prof. Dr. Tim Lindsey (University of Melbourne, Australia), Dr. Ann Kull (Lund University, Swedian), Dr. Jim Rugh (Amerika), Prof. Dr. Vivienne Wee (National University of Singapore), Prof. Dr. Matthew Isaac Cohen (Royal Holloway University of London), Dr. Shalahudin Kafrawi (Hobart and William Smith Colleges, USA), Dr. Stephen Milnes (The Australian National University, Canberra Australia), Dr. Andrew (Amerika), Prof. Dr. Mina Hottari (Nagoya University, Japan), dan lain-lain.

     

    Adapun tokoh Indonesia yang pernah berkunjung dan memberikan Public Lecture, di antaranya, adalah Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ (STF Driyarkara Jakarta), Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo (Cendekiawan), Prof. Dr. Imam Supyarogo (UIN Malang), KH. Masdar F. Mas’udi, MA (PBNU Jakarta), Ulil Abshar-Abdalla (JIL Jakarta), Roem Topatimasang (INSIST Yogyakarta), Ahmad Mahmudi (LPTP Solo), Dr. Amien Haidari (Kemenag RI), Dr. Sahiron Syamsuddin (UIN Yogyakarta), Dr. Oman Fathurrahman (UIN Jakarta), Dr. Yusuf Rahman (UIN Jakarta), Prof. Dr. Fuad Jabali (UIN Jakarta), Dr. Moh. Zain (Kemenag), Imdadun Rahmat, M.Si (Komnas HAM), KH Husein Muhammad (Komnas Perempuan), Dr. Ed Murni Ramli, M.Si (UNS Solo), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, APU (ICRP Jakarta), Pdt. Supriyatna, M.Th (GKP Jawa Barat), KH. Imam Nakha’i, M.Ag. (PP Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo, Jawa Timur), dan lain-lain.

     

    Berbagai tokoh agama, muslim dan non-muslim, komunitas adat dan aliran-aliran lain, satu per satu mengunjungi kampus ISIF yang dekat dengan alam. Meski sebagian kelasnya, selain gedung-gedung, berupa gubug gazeebo di tengah sawah, tetapi semangat akademik mahasiswanya dalam diskusi “petengan” malam Jum’at ibarat kyai-pesantren debat dalam bahtsul masâ’il. 

     

    Sejumlah universitas dalam dan luar negeri pun mengunjungi ISIF, baik dalam kaitan studi banding, menjalin kerjasama, maupun internship (magang) dalam studi mereka. Di antaranya adalah Universitat Passau Germany, Universitat Heidelberg Germany, Universitat Bamburg Germany, Universitat Leipzig Germany, International Islamic University Malaysia (IIUM), Mujamma’ al-Kaftaru Damascuss Syria, Royal Holloway University of London, Australian National University (ANU) Canberra Australia, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta, Program S2 Studi Wanita UI Jakarta, STAI at-Taqwa Gresik, STAIN Salatiga, International Public Policy Sydney Australia, dll. 

     

    Atas dukungan banyak pihak, kampus progresif ini tampak terus tumbuh, kembang, dan memantapkan langkah-langkah akademiknya. Tiga pilar (tri darma) perguruan tinggi; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, terus ditancapkan hingga ke akar bumi, sementara buah akademiknya terus menggelayut ke atap langit, membangun peradaban Indonesia yang adil, setara, humanis, dan bermartabat. 

     

    FAKULTAS DAN PROGRAM STUDI

    Fakultas Syari’ah 

    Program Studi Ahwal Syakhshiyah (AS) 

    Program Studi Ekonomi Syari’ah (ES) 


    Fakultas Tarbiyah 

    Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) 

     

    Fakultas Ushuluddin 

    Program Studi Fisafat Agama (FA) 

    Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT)

    Program Studi Akhlak dan Tasawuf (AT)

     
    ISIF menganut studi Islam yang membebaskan umat manusia dari ketertindasan, ketidakadilan, ketimpangan, dan keterkungkungan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan ideologi yang menyelimutinya. Oleh karena itu, motto ISIF tegas, yakni memadukan teori, praktik, dan transformasi sosial berbasis tradisi intelektualisme Islam-pesantren. 

     

    PRINSIP PEMBELAJARAN

    Memadukan Teori, Praktik, dan Transformasi

     

    Mengapa intelektualisme Islam-pesantren? Harus diakui bahwa Pesantren adalah pranata sosial Indonesia yang sangat kaya dan kuat dengan tradisi pemikiran dan akademik. Dalam tradisi akademik Pesantren, perbedaan pendapat dalam memahami ajaran Islam adalah hal yang biasa, lumrah terjadi, dihargai, dan menjadi bagian dari ruh kehidupan. Pesantren juga kuat dengan ikatan tradisi, menyatu dengan kebudayaan di mana ia bersamanya, serta mampu hidup dalam kebhinekaan, tanpa bertendensi menundukkan dan menyeragamkannya. 

     

    Sesuai dengan mottonya, ISIF hendak menghasilkan intelektual organik (organic intellectuals), yakni sarjana Islam yang menggali pengetahuan lokal (local knowledge)dari pengalaman kehidupan masyarakat, dan menggunakan pengetahuan itu untuk melakukan perubahan dan memecahkan problematika sosial bersama masyarakatnya. 

     

    Dalam bahasa lain, sarjana Islam yang hendak dihasilkan ISIF adalah sarjana yang memiliki jiwa kenabian (profetik), yakni menjadikan ilmu pengetahuannya untuk membebaskan masyarakat dari ketertindasan ekonomi, sosial, politik dan budaya yang mereka alami. Dalam keyakinan epistemologi ISIF, ilmu bukan untuk ilmu, melainkan ilmu untuk transformasi sosial demi kemaslahatan, keadilan, kesetaraan, kerahmatan, dan kebijaksanaan (wisdom) di muka bumi. 

     

  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 19 kali

  • Pendaftaran