ISIF Cirebon — Kelompok Praktik Islamologi Terapan (PIT) ISIF Desa Dukupuntang mengajak warga RT 08/RW 03, Blok Jayem, Dusun 2, Desa Dukupuntang untuk belajar bersama tentang sampah pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan bertajuk “Memilah Sampah dan Belajar Membuat Kompos Bersama” ini melibatkan warga RT 08, pemuda Jayem, kader-kader Kelompok Wanita Tani (KWT), serta mahasiswa.
Kegiatan dimulai dari tempat yang sederhana: TPS di belakang Taman Tralala. Di sana, warga dan mahasiswa bersama-sama memilah sampah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah plastik yang masih cukup bersih tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk membuat ecobrick. Sementara sampah organik diolah menjadi kompos.
Setelah memilah sampah, kegiatan dilanjutkan dengan belajar membuat Losida (Lodong Sisa Dapur) sebagai tempat pengolahan sampah organik. Praktik tidak berhenti pada penjelasan. Pembuatan Losida dilakukan bersama-sama di lahan salah satu fasilitator, di rumah Ibu Uli, sehingga warga dapat melihat sekaligus mempraktikkan cara membuatnya.
Dari kegiatan sederhana ini, ada satu hal yang ingin dibangun,yakni kesadaran bahwa persoalan sampah tidak hanya selesai ketika sampah dibawa keluar dari rumah. Sampah yang kita hasilkan tetap menjadi tanggung jawab kita. Karena itu, pemilahan dan pengelolaan sampah perlu dimulai dari tempat paling dekat dengan kita, yaitu rumah sendiri.
Dalam praktiknya, belum semua warga ikut terlibat ketika proses pemilahan sampah berlangsung. Kesadaran bahwa sampah rumah tangga merupakan tanggung jawab masing-masing masih perlu terus dibangun. Namun, kegiatan ini juga memperlihatkan respons yang positif. Salah satunya, ada warga yang meminta agar dibuatkan Losida di lahan rumahnya.
Bagi Kelompok 2 PIT ISIF, kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang penting. Mengelola sampah tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa dimulai dari memilah sampah di rumah, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan memastikan sampah yang kita hasilkan tidak begitu saja menjadi persoalan bagi orang lain.