ISIF Cirebon — Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu, 18–20 September 2026.
PBAK tahun ini mengusung tema "Membangun Kesadaran Kolektif, Wujudkan Generasi Transformatif". Menurut Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Sukma Aulia Rohman selaku penanggung jawab kegiatan PBAK, tema ini menekankan penanaman nalar kritis mahasiswa sejak dini agar mahasiswa mampu menjalankan fungsi utamanya dalam masyarakat.
"Tema ini kami angkat untuk Menekankan bahwa mahasiswa memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai agent of change, sebagai social control, dan iron stock,” ungkapnya.
Menurut Sukma, mahasiswa baru dibekali sejumlah materi untuk mendukung peran intelektualnya, mulai dari kebebasan berpendapat hingga pemahaman media propaganda.
“Guna mewujudkan peran intelektual tersebut, para mahasiswa baru dibekali materi seperti kebebasan berpendapat, pemahaman media propaganda, hingga simulasi aksi sebagai sarana penyampaian aspirasi publik yang tertulis di dalam UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998," ujar Sukma.
Kegiatan PBAK dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ISIF, Nadisa Astawi, Lc., M.Sh. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang mulai menjadi bagian dari sivitas akademika ISIF. Ia berharap momentum PBAK dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menguatkan niat, membangun semangat belajar, serta mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di ISIF.
Dalam paparannya, Nadisa memperkenalkan ISIF dan kehidupan kemahasiswaan sebagai bekal awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus. Ia menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan akademik dan aktivitas kemahasiswaan yang akan dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan di ISIF.
Nadisa memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai bidang keilmuan dan lingkungan akademik yang akan menjadi ruang belajar mereka selama menjalani perkuliahan di ISIF. Ia memperkenalkan tiga fakultas yang ada di ISIF, yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Syariah, beserta empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah (ES), Hukum Keluarga Islam (HKI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Selanjutnya, Rektor ISIF, KH. Marzuki Wahid, menyampaikan perspektif ISIF kepada mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa ISIF merupakan perguruan tinggi keagamaan yang mengedepankan keterbukaan, inklusivitas, dan nilai-nilai humanis.
Marzuki menekankan bahwa ISIF tidak diperuntukkan bagi satu golongan tertentu. Menurutnya, kampus ISIF menjadi ruang belajar bersama yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi maupun agama.
"ISIF terbuka untuk siapa saja. Mau dari NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, bahkan non-muslim sekalipun boleh belajar dan diterima di sini. Kami bahkan telah meluluskan dua sarjana dari Sunda Wiwitan dua orang," ujar Marzuki Wahid.
Rektor ISIF periode 2024–2028 ini mengajak mahasiswa baru untuk mengenali diri dan lingkungan kampus sebagai bagian dari proses awal menempuh pendidikan di ISIF. Pesan tersebut ia sampaikan dengan mengutip hadis populer.
“Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” (Barang siapa yang mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Rabb/Tuhannya).
Melalui pesan tersebut, Marzuki mendorong mahasiswa baru untuk memahami identitas dan potensi diri, sekaligus mengenal karakter serta nilai-nilai yang dikembangkan ISIF. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk belajar secara mendalam, mengenali identitas diri, memahami kampus ISIF, serta meluruskan niat dan tujuan dalam menimba ilmu.
Ia pun berharap agar para mahasiswa baru dapat menjalani seluruh proses perkuliahan di ISIF dengan sikap kritis dan terbuka, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman dalam kehidupan akademik maupun kemahasiswaan.[]